Film Jadul Indo Tanpa Sensor |work|
held significant power, aiming to ensure films aligned with state ideology and "cultural education".
Sorotan estetika
Akibatnya, versi yang beredar di VCD bajakan atau siaran TV adalah versi "kering". Maka muncullah komunitas bawah tanah yang saling bertukar harddisk berisi hasil digitizing dari master lama atau cetakan film 35mm yang lolos dari guntingan sensor. Film Jadul Indo Tanpa Sensor